EXPLORE YOUR INTERESTS

Rabu, 29 Oktober 2014

Kestabilan Unjuk Kerja Kecepatan Akses Internet

Bab ini merupakan lanjutan dari postingan RTT sebelumnyaTujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat unjuk kerja kecepatan akses internet.  


Dengan melakukan ping sebanyak 1000 kali iterasi ke www.detik.com dengan ukuran paket data yang berbeda-beda, yaitu 64b, 128b, 512b dan 1024b diperoleh nominal/ nilai RTT yang sering muncul  dalam rentang waktu tertentu  menggunakan Probabilitas Distribution Function (PDF) dan Cumulative Distribution Function (CDF) untuk mengetahui bentuk distribusi data RTT selama pengukuran dalam rentang waktu tertentu. Semakin banyak jumlah iterasi maka variasi hasil pengukuran semakin banyak.

Langkah-langkah
1.     Ping masing-masing paket data 64b, 128b, 512 b, dan 1024b sebanyak 1100 kali iterasi. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk mengantisipasi data hasil pengukuran kurang dari 1000 karena adanya RTO.
2.    Untuk mempermudah mengubahnya dalam bentuk grafik, buka aplikasi spread sheet seperti excel. Lalu buka data hasil ping ke www.detik.com yang sudah dilakukan pada praktikum RTT sebelumnya



3.       Ubah  All Excel Files menjadi Text Files.




4.     Pilih ukuran paket data yang akan dibuat grafik. Misalnya 64 byte. Klik open



5.     kotak dialog Text Import Wizard, pilih Delimited > next.



6.     Tujuan kita adalah menghilangkan karakter huruf dengan membaginya dalam bentuk kolom-kolom, jadi yang diambil hanya  angkanya saja.
Pada Other, beri tanda centang dan isi kotak dengan = . kemudian next


7.     Finish!



8.     Pilih kolom C dan blok.



1.     Menghilangkan tulisan msTTL dengan cara klik ikon Find & Select > Replace.



2.     Pada kotak dialog Find and Replace, ketik ms > Replace All


3.     Tulisan ms akan hilang, tpi TTL-nya masih ada. Lakukan hal yang sama seperti langkah 9. Ganti ms dengan TTL.

4.     Urutkan data dari terkecil sampai terbesar. Seperti di bawah ini .. :)


5.     Selanjutnya, copi data yang sudah diurutkan dari data terkecil sampai terbesar tadi ke kolom lain, kemudian tambahkan dengan bin 25 pada data terkecil sampai data terbesar (misalnya 1000) .    Nilai hasil penamambahan maksimal tidak boleh melebihi data terbesar.

6.     Hitung banyaknya kemunculan atau jumlah data pada masing-masing range.  Probabilitas Distribution Function (PDF) diperoleh dari banyaknya kemunculan data setiap range/ seluruh jumlah kemunculan data tersebut.


range jumlah data pdf cdf
23-48 174 0.915789474 0.915789
49-74 11 0.057894737 0.973684
75-100 2 0.010526316 0.984211
101-126 2 0.010526316 0.994737
127-152 0 0 0.994737
153-178 1 0.005263158 1
jumlah 190







7.     Buat grafik PDF-nya.





8.     Cumulative Distribution Function (CDF) adalah akumulasi nilai PDF dengan cara menjumlahkan nilai PDF dari range terkecil sampai terbesar. Buat grafik CDF-nya!  




9.     Lakukan hal yang sama untuk data selanjutnya.
10.  Selesai

Setelah melakukan percobaan di atas, diperoleh grafik PDF dan CDF untuk ukuran paket selanjutnya, yaitu 128 byte, 512 byte, dan 1024 byte.

a.      PDF

(1)                        128byte



(2)                        512 byte





(3)                        1024 byte




Grafik  PDF menggambarkan probabilitas kemungkinanan  kemunculan kemunculan range nilai RTT terhadap total jumlah nilai RTT yang random atau acak . Jaringan yang stabil adalah kondisi dimana  persebarannya hampir sama atau tidak terlalu jauh. Pada ukuran paket 64 byte jaringan yang stabil berada pada range 23-48 . Pada 128 byte kondisi stabil berada pada 24-49. dan 1024 byte kondisi stabil berada pada 29-54, sedangkan pada 512 byte  kepadatannya menurun drastis sehingga menjadi tidak stabil. Jika jumlah RTT semakin besar maka kemungkinan kemuncualan data semakin kecil. kondisi jaringan internet yang tidak stabil bisa disebabkan kaarena trafik yang padat, ataupun masalah pada server.

b.     CDF

(1)            128 byte




(b)  512 byte




© 1024 byte




CDF merupakan akumulasi nilai PDF dengan cara menjumlahkan nilai PDF dari range terkecil sampai terbesar.  Semakin curam bentuk grafiknya maka unjuk kerja jarinannya semakin tidak bagus artinya kondisinya tidak stabil. Semakin mendekati 1 maka kepadatannya semakin berkurang.








Referensi

1. http://fandyvelayati.blogspot.com/2014/07/round-trip-time.html
2. http://pasman-pcr.blogspot.com/2014/07/analisa-trafik-dengan-parameter-round.html


Selasa, 28 Oktober 2014

KONFIGURASI WEB SERVER LOKAL MENGGUNAKAN UBUNTU

 Web server merupakan software komputer yang berfungsi untuk  mengakses segala jenis file yang ada pada halaman web melalui HTTP/HTTPS menggunakan suatu aplikasi /program yang dikenal dengan nama web browser . web server juga akan mengirimkan feedback dalam bentuk halaman – halaman web yang berupa dokumen HTML.

Web server sangat penting di dunia internet karena  dapat melayani berbagai jenis data mulai dari text sampai grafis. Web server juga sebagai tempat menyimpan situs web, menyimpan data ataupun menjalankan aplikasi. Selain itu, web server juga berfungsi sebagai WAP ( Wireless Acces Protocol) yang banyak digunakan di handphone. Web server melayani data file html maupun WML(Wireless Markup Language).

Apache merupakan salah satu web server  yang banyak digunakan oleh banyak web master. Apache didistribusikan secara bebas (gratis). Apache dapat  erbagai platform sistem operasi seperti windows, unix, dan linux.

Lokalhost adalah nama untuk alamat loopback network interfaces sebagai perangkat yang digunakan untuk membangun web server di computer kita. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri sehingga bisa bekerja secara offline.. Di sini, Internet hanya digunakan pada saat install apache dan melihat konfigurasi interface dengan perintah ifconfig .

1.    Jalankan OS ubuntu anda
2.    Buka aplikasi terminal, cara cepat dengan menekan Ctrl+alt+T
3.    Pada tampilan terminal ketik sudo su untuk masuk ke super user , masukkan password.
4.    Pastikan pc terhubung ke internet.
5.   ketik ifconfig untuk melihat informasi   tentang perangkat keras ethernet yang terpasang. dari perintah ini diperoleh informasi mengenai ip address,  mac address, broadcast, subnet mask, dll. 



6.    Update

7.    Install apache2

8.    Kemudian , buka browser dan ketik http://localhost/  maka akan muncul tulisan pada layar “It Works!”. Ini menandakan bahwa install apache2 anda sudah berhail.

9.     Ganti ip PC dari server DHCP dengan member tanda # seperti  gambsar di bawah kemudian ganti ip nya . ( di sini  perintah dari dosen untuk mengubah bagian host  dua digit terakhir  dengan nomor absen). Jangan lupa save




selain gedit bisa juga menggunakan perintah nano /etc/network/interfaces

10. Setelah mengganti  ip, restart network untuk menerapkan konfigurasi baru

Kalau gagal, lakukan restart apache2

11. Lakukan tes koneksi lagi dengan ifconfig untuk meliha perubahan ip pada eth0.  Lihat bahwa ip nya sudah berubah


12. Coba ketik ip 192.168.1.21 pada bar. Enter. Kemudian ganti dengan mengetikkan localhost. Jika tampilan keduanya sama seperti gambar di bawah ini, maka ip anda sudah berhasil




13. Untuk mengubah alamat web server tersebut dengan nama kita atau sesuai keinginan,ketik perintah  [gedit]  [nama.html].  contoh:  gedit  marifat.html

14. Pada file marifat tersebut isi dengan kode-kode html . Sebagai permulaan anda dapat mengisinya dengan mengkopi kode html dari internet. Save dan close



15. Buka browser mozila . ketikkan perintah localhost /marifat.html


16. ganti ip dhcp menjadi static. Lakukan konfigurasi seperti di bawah ini


17. restart seperti langkah sebelumnya
18.  ketik perintah di bawah ini


19. kemudian masukkan kode-kode html yang lain misalnya data diri . lalu buka browser dan ketikkan 192.168.1.21/marifat.html  pada bar sehingga mucul tampilan berikut












Referensi

http://hastomo.net/php/pengertian-dan-kelebihan-apache-server/

Rabu, 22 Oktober 2014

Analisa Hasil RTT (Round Trip Time)


Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi  dari tahun ke tahun tidak pernah terlepas dari internet. Internet sebagai pusat informasi yang terus berkembang membawa berjuta-juta pengguna tiap periodenya. Pengguna internet yang semakin meningkat ini dapat ditunjukkan oleh banyaknya hotspot wifi, warnet,  ditambah lagi dengan kecanggihan teknologi seluler modern seperti tablet dan smartphone yang dengan mudah terhubung ke jaringan internet sehingga proses komunikasi berbasis data semakin meningkat.

        Akan tetapi, pengguna internet yang semakin banyak  dan kondisi jaringan yang kurang baik serta factor-faktor lainnya menyebabkan permasalahan yang mendasar di sisi user itu sendiri, yaitu kecepatan akses menjadi lambat.   

       Round Trip Time (RTT) atau Round Trip Delay (RTD), waktu yang diperlukan sinyal pulsa atau paket untuk perjalanan dari sumber ke tujuan dan kembali lagi, adalah objek yang akan diamati pada praktikum ini. Ukuran  RTT  menunjukkan bagaimana unjuk kerja jaringan internet yang digunakan. Dengan menggunakan aplikasi ping dan spread sheet data diolah dalam bentuk grafik.

Langkah-langkah dalam menentukan RTT adalah sebagai berikut.

1.    Topologi jaringan
Di sini saya menggambarkan topologi jaringan dari PC client (saya) sampai ke internet. Situs yang saya pilih adalah www.detik.com.
Untuk mengetahui tahapan-tahapan yang dilewati oleh paket data dari PC ke server web www.detik.com, lakukan tracert di Command Prompt. Caranya, klik Start  > Run > ketik cmd > enter.

 Gambar 1. Cara cepat masuk ke Command Prompt

Lalu muncul tampilan Command Prompt

Gambar 2. Tampilan Command Prompt

Ketik tracert www.detik.com, lalu enter.

Gambar 3. Melihat rute dengan tracert

Dari hasil traceroute di atas  dapat diketahui bahwa ada beberapa rute yang dilewati oleh data hingga sampai ke www.detik.com.  Ada 9 hop (loncatan) dalam satuan milisecon(ms). Sehingga dapat digambarkan topologi jaringannya sebagai berikut.


Gambar 4. Topologi jaringan

Semakin kecil waktunya maka semakin cepat waktu aksesnya.  Tiga buah kolom yang menunjukkan waktu yang dibutuhkan oleh paket data untuk berjalan dari PC ke router.



2.    Pengaruh ukuran paket terhadap RTT

Untuk melihat pengaruh ukuran paket terhadap RTT dapat dilakukan dengan melakukan ping ke situs tujuan. Aplikasi ping digunakan untuk memeriksa koneksi jaringan.
Contoh perintahnya sebaagai berikut.
C:> ping www.detik.com –n 10 –l 32 –i 225 > 32.txt
Perintah di atas melakukan ping ke www.detik.com sebanyak 10 kali iterasi dengan ukuran paket data sebesar 32 byte dan TTL 225. Hasil ping disimpan di file text dengan nama 32.txt.
Saya melakukan iterasi sebanyak 10 kali untuk masing-masing ukuran paket 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 1500, 2000, 2500, 3000 byte.

Gambar 5. Tes iterasi dengan ping

Berdasarkan data di atas, hasil ping dapat dilihat di C:\users\Rifat. Berikut ini hasil dari ping yang telah dilakukan.
Gambar 6. Data dengan ukuran paket 8 byte

TTL (Time To Life) merupakan suatu nilai waktu yang disematkan dalam paket data yang dikirimkan melalui jaringan TCP/IP untuk menyatakan berapa lama paket tersebut bisa beredar/berjalan di dalam jaringan. Nilai tersebut akan memberitahukan kepada router apakah paket tersebut harus diteruskan ke router selajutnya (next hop router) atau di-discard.
Request Time Out (RTO) menunjukkan adanya masalah dalam pengiriman paket, mungkin itu karena pemakaian bandwidth yang padat, akses jaringan yang kurang bagus, koneksi terputus atau factor penyebab lainnya. Pada data di atas paket yang dikirim 15 dan yang diterima 14 sehingga RTO nya 1.

              Table 1. Daftar statistics ping untuk 203.190.241.43
Ukuran Paket
Rata-rata RTT
RTO
8
29
1
16
33
3
32
68
3
64
29
0
128
26
0
256
32
2
512
29
1
1024
30
0
1500
35
0
2000
36
1
2500
31
2
3000
106
2

Dengan mengambil nilai rata-rata RTT dari setiap ukuran paket maka dibuatlah grafik  untuk menggambarkan respon time dari server situs target ( www.detik.com)  ke PC dengan sumbu x sebagai ukuran paket dan sumbu y sebagai nilai rata-rata RTT.

Gambar 7. Grafik Pengaruh ukuran paket terhadap rata-rata RTT


Idealnya, hubungan antara ukuran paket dan RTO adalah berbanding lurus. Semakin besar ukuran paketnya maka waktu yang dibutuhkan data untuk berangkat dan pergi juga semakin lama. Akan tetapi, data yang diperoleh dari hasil percobaan di atas menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak linear. Hal ini disebabkan oleh berbagai factor seperti kepadatan trafik, bandwidth ataupun kualitas jaringan  yang kurang baik, mungkin terjadi saat proses ping dilakukan.

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah sebagai berikut.
·   Ada beberapa langkah/hop/rute yang dilalui oleh paket data ketika kita mengunjungi situs tertentu.
·       Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan oleh data untuk melewati tiap hop maka kualitasnya semakin baik
·  Ada beberapa factor yang mempengaruhi unjuk kerja dari jaringan internet, diantaranya delay, kepadatan trafik, bandwidth, dan ukuran paket.
·     Dapat mendeteksi adanya masalah dalam jaringan yang ditunjukkan oleh RTO


















      Referensi